Tuesday, May 22, 2018

Bandara Kualanamu

Burung besi itu akhirnya mendarat juga. Setelah berjoget-joget di udara. Sesaat sebelum landing tadi rasanya seperti naik jet coaster. Cuaca tidak bersahabat. Hujan membasahi tanah kelahiranku, kota Medan tercinta.
Tulisan Bandara Kualanamu sudah terlihat, namun aku masih enggan berdiri. Buat apa terburu-buru kalau pintu pesawat saja belum dibuka.

Ingatanku terbang melintasi puluhan purnama yang telah berlalu. Dulu, setiap kali landing di Bandara Kualanamu, ada perasaan yang menyeruak di dada. Bukan perasaan bahagia. Apa ya namanya, aku kesulitan mendefinisikannya. Tapi rasa itu tidak nyaman. Seperti resah dan gelisah. "Ah, sudah sampai di Medan lagi". Dan sinar mataku mulai redup. Hahaha

Itu semua cerita tentang masa lalu. Kini saat melihat kota kelahiranku, justru energi positif yang terpancar. Aku bahagia dan ingin segera meluapkan kerinduan. Ya, rasa rindu pada keluarga dan sahabat. Pada kamu yang selalu mendukungku untuk mewujudkan mimpi. Padamu yang selalu menguatkan di saat aku berada di titik terbawah.

Perjalanan panjang kali ini mengajarkan banyak hal padaku. Tentang apa yang sebenarnya aku cari dan ternyata tidak aku temukan di ibukota. Tentang pencarian makna hidup. Tentang peran dan ujian yang sudah Allah tetapkan. Tentang bersyukur. Perjalanan ini membuatku belajar bahwa hidupku bukan hanya tentang diriku sendiri. Alhamdulillah. Terima kasih atas kesempatan ini ya Allah..


No comments:

Post a Comment