Thursday, May 17, 2018

PULANG

Ada berbagai rasa yang bercampur aduk di dada saat menyebutkan kata ini. Pulang.
Bahagia, akhirnya bisa bertemu lagi dengan keluarga. Bisa meluapkan rindu yang selama ini tertahan. Tetapi juga ada rasa sedih saat meninggalkan ibukota. Iya, kota yang dulu mati-matian aku benci, ternyata lambat laun hatiku berlabuh di pinggirannya.

Meninggalkan begitu banyak sahabat yang kebaikannya tak terlukis dengan kata-kata. Membayangkan kapan bisa dipertemukan lagi dengan mereka, bendungan di mataku jebol. Bagaimana tidak, belum lagi damri yang kutumpangi meninggalkan terminal Pasar Minggu, sapaan hangat bergantian masuk di WA. Dengan bahasa berbeda, namun maksud yang sama. "Yakin mau meninggalkan Jakarta?". Ah, kaliaaan.. Mengapa begitu mengerti perasaanku.

Kututup gawai agar tak terlalu terbawa perasaan. Kubuka gorden yang menutupi jendela angkutan bandara. Meski sinar matahari menyilaukan, aku pandangi kemacetan jalanan yang mungkin suatu hari nanti akan dirindukan. Ah, mengapa jadi melankolis begini.

Menarik dan menghembuskan nafas bergantain. Istighfar. Meluruskan niat.
Insya Allah akan ada waktunya kembali kakikku menginjakkan kaki di ibukota.
Dengan keadaan dan kondisi yang lebih baik.
Hati yang lebih baik, yang mampu mengelola dan menata rasa. Tsaaaah.

Bismillah..


No comments:

Post a Comment