Wednesday, June 27, 2018

MENDENGARKAN ITU MENYENANGKAN



Dulu sekali, ketika ngobrol aktivitas mendengarkan jarang saya lakukan.
Mendengarkan hanya untuk menunggu giliran.
Mendegarkan hanya untuk bergantian bicara.

Saat mengikuti Training NLP Coach Certification, saya kaget ada latihan mendengarkan. Darisitu saya merasakan bagaimana menyenangkannya didengarkan. Ya, benar-benar didengarkan, bukan hanya menunggu giliran untuk gantian berbicara. Bahagia ketika mata lawan bicara tidak hanya menatap, tetapi benar-benar mendengarkan.

Sejak saat itu saya selalu latihan mendengarkan. Tidak hanya di sesi coaching, tetapi ketika ngobrol dengan teman. Ternyata mendengarkan itu menyenangkan. Mendengarkan sebagai apresiasi kita menghargai lawan bicara. Menunjukkan bahwa mereka begitu berharga. Sehingga apapun yang keluar dari mulut mereka adalah penting.

Ternyata dulu saya tidak menghargai orang lain. Mendengarkan mereka bercerita saja ogah-ogahan.Betapa menyebalkannya saya yang dulu. Mantan, maafkan aku yang dulu. Hahaha..

Mendengarkan atau listening termasuk satu dari delapan kompetensi, yaitu Establishing Dialogue. Ada 3 level mendengarkan. Pertama, Internal Listening, yaitu kesadaran mendnegarkan hanya berada pada diri sendiri dan tidak tercipta dialog. Kedua, Active listening, yaitu membahas apa yang tidak dikatakan, memperjelas gerakan penuh makna. Yang ketiga, Deep listening, yaitu mengenali pola dan merangkumnya, serta mengenali tata nilai, kriteria dan meta program. Untuk bisa lulus menjadi coach harus berada di level ketiga.

2 comments: