Tuesday, June 12, 2018

MENUNDA

Kita hanya diminta menunda kesenangan sejenak, sampai tiba saat yang digantikan. Hingga semua akan terasa lebih indah. Kita diperintahkan berpuasa sejak azan subuh hingga tenggelam matahari. Kita diminta berbuka puasa begitu azan maghrib berkumandang. Dan rasanya nikmat sekali.


Air putih yang rasanya biasa saja akan terasa nikmat ketika membasuh dahaga saat berbuka puasa. Itulah nikmatnya menahan. Kenikmatan justru terletak saat kita menunda. Dan esensi menunda tidak hanya terasa indah dalam hakikat ibadah saja. Tapi lebih luas dari itu, bisa diterapkan dimana saja.

Menunda beristirahat sampai saatnya tiba dan tubuh sudah merasa capek, tentu akan terasa berbeda dengan yang istirahat terus menerus satu harian. Menunda makan hingga benar-benar lapar, tentu berbeda kadar kenikmatannya dengan yang makan saat masih kenyang.

Begitu lah wahai diri..
Kita perlu menunda agar terasa lebih nikmat. Kita diminta menunda agar kenikmatannya terasa berlipat ganda. Jangan kau anggap remeh atas penundaan. Allah hanya minta dirimu bersabar demi kenikmatan yang hakiki.

Jangan karena tak mampu menunda sedikit kenikmatan, dirimu justru menyesal karena kehilangan kenikmatan yang berlipat ganda. Jangan hanya karena kenikmatan dunia yang tak bisa kau tunda sebentar saja, dirimu kehilangan kenikmatan akhirat.

No comments:

Post a Comment