Friday, March 22, 2019

ADA APA DENGAN OKTOBER 2019?



Beberapa bulan terakhir ini bahasan tentang menulis buku bersliweran dalam hidupku. Teman yang baru menerbitkan buku pertamanya berkata, "Aini pasti bisa lah. Kalau Aini baca buku kakak, isinya biasa aja. Masih lebih bagus tulisan Aini kemana-mana". Aku tersenyum. Bagiku itu hanya bukan sekadar pujian basa-basi mengatakan tulisanku bagus. Lebih tinggi dari itu, ada support yang sangat berharga di dalamnya. Keesokan harinya, ia mampir ke rumahku saat menjemput anaknya pulang sekolah. Ia memberikan bukunya yang berjudul "Perempuan Biasa'. 

Saat mengantarkan keponakanku tes psikologi di salah satu Biro Konsultasi, obrolan tentang buku hadir lagi. Tiba-tiba psikolog membuka obrolan saat kami sedang mengobrol, menunggu petugas yang akan mengetes keponakan saya. Kebetulan waktu itu kami datang kecepatan 30 menit dari waktu yang telah ditentukan, jadi bisa ngobrol panjang dengan psikolog senior kota Medan ini.

"Aini ga mau nulis buku?" Katanya sambil tersenyum manis menatapku. Deeeg. Jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya. Gimana ibu ini bisa tahu ya kalau aku baru saja mengikuti Training Writing Camp weekend lalu, batinku. Padahal aku tidak ada posting foto atau tulis status berkaitan dengan kegiatan yang diadakan oleh MediaGuru ini. Ibu ini psikolog apa dukun? Hahaha..

"Saya suka membaca tulisan Aini di facebook. Bagus.", lanjut beliau. "Saya masih bingung bu mau bikin buku apa. Tulisan saya kayak gado-gado", jawabku sok cool, padahal jantung joget-joget karena dipuji psikolog ngetop ini. "Aini, coba baca buku Bunga Rampai yang ditulis Pipiet Senja. Itu sederhana sekali. Isinya campur-campur. Tentang perjalanan hidup beliau. Saya yakin Aini bisa menulis buku". 

Beberapa waktu kemudian, teman-teman di komunitas tiba-tiba ngajak siapa yang mau ikutan project menulis buku. Setiap minggu wajib menyetor tulisan pada admin, yang tidak mengerjakan tugas akan diremove dari group. Dengan semangat '45 mendaftarlah aku. Lalu kemudian di kick admin karena aku ga mengirimkan tulisan pada deadline yang telah ditentukan. Padahal aku sudah punya tulisan, tapi saat itu jaringan internet di rumah tidak bersahabat tapi aku tidak mengabari sang admin. Hahaha.

Saat pasang status tentang menulis, salah seorang teman WA. Kira-kira begini isinya. Kalau buku Aini udah terbit, aku orang pertama yang akan beli. Gimana semangat menulisku ga meningkat 100%. Karena orang itu adalah .......... Tiiiiit...Kemudian sinyal hilang. Hahaha.

Ya Allah, apakah ini memang pertanda darimu kalau hamba perlu menulis buku? 
Apakah ini adalah waktunya?
Tak ada istilah kebetulan, karena segala sesuatu sudah ditakdirkan Allah.
Bahkan daun pun tak bisa jatuh tanpa izin Allah.

Lalu apa yang perlu aku lakukan untuk mewujudkan buku impian ini?
Bikin outcome yang terukur donk! Kan udah belajar di NLP Essentials 1.

Buat target kapan buku mau di launching. 
Siapa saja yang hadir saat launching buku tersebut?
Apa yang dilihat, didengar dan dirasakan saat launching buku tersebut?

Aaaaah... 
Kok jadi semangat menulis yaa..
Doakan ya teman-teman, 26 Oktober 2019 buku saya yang bersampul tosca akan launching.
Apa judul bukunya?
Rahasiaaaa....

No comments:

Post a Comment