Wednesday, March 20, 2019

MENULIS ITU MUDAH



A Professional Writer is an Amateur 
Who Didn't Quit
-Richard Bach-

Aku suka terkagum-kagum dengan mereka yang bisa menulis. Senang rasanya membaca tulisan mereka yang renyah. Layaknya sedang ngobrol aja. Lalu aku bertanya pada salah satu penulis favoritku, apa sih tips beliau. Lalu ia berkata, "Kuncinya cuma 3, Ai". Aku mendengarkan dengan seksama. "Kunci pertama : Menulis, kedua menulis, lalu ketiga menulis". Lalu kami berdua tertawa. Aku pikir ia bercanda, ternyata serius. "Ya memang cuma itu kuncinya". Semua orang sebenarnya bisa menulis, toh pelajaran menulis kan sudah kita dapatkan di Sekolah Dasar dulu, katanya sambil tersenyum.

Menulis itu pekerjaan tangan, lanjut beliau. Ya sama aja kayak makan. Semua orang bisa makan toh? Apa bisa nasi tiba-tiba masuk sendiri ke mulut kita kalau tidak kita sendokkan? Begitu juga dengan menulis. Ga akan bisa tiba-tiba lahir sebuah tulisan masterpiece, kalau kita tidak menggerakkan tangan untuk menekan tuts keyboard atau menggoyangkan pena di atas kertas.

Menulis itu tentang kebiasaan. Kalau kita rutin menulis, jari seolah-olah menari sendiri di atas keyboard. Dan diksi kita jadi lebih renyah. Enak untuk dikunyah. Percayalah.

Yang penting ada KEMAUAN. Ga ada istilah ga ada waktu. Semua orang diberi waktu yang sama. 24 jam sehari. Emang kamu kira Penulis Bestseller itu pengangguran apa? Mereka juga sibuk, tapi mau meluangkan waktunya. Catat ya, meluangkan waktu, bukan menunggu waktu luang.

Satu lagi kuncinya, KONSISTEN!
Menulislah tiap hari. Meskipun hanya setengah halaman. Yang penting tetap menulis. RUTIN.
Kalo bisa menulislah di jam yang sama, tempat yang sama. Agar terbentuk ANCHOR.
Apa itu anchor? nanti kita bahas di artikel berikutnya.

Saat menulis, bayangkanlah sedang mengobrol dengan orang lain. Lalu tuliskan.

Gampang kan?
Selamat menulis..

No comments:

Post a Comment