Monday, June 3, 2019

Izinkan Ayah Bercerita, Anakku..







Anakku..
Disinilah ayahmu setengah abad yang lalu bersekolah..
Dulu ketika ayah mau mendaftar, inilah satu-satunya sekolah negeri di Tanah Karo..
Ribuan meter setiap hari kaki ayah melangkah  demi menuntut ilmu, nak..

Anakku..
Sekolah ini menjadi saksi bagaimana ayah menggerakkan massa, berjuang dalam Gestapu..
Meski ayah harus menghabiskan waktu 4 tahun disini, tapi tak mengapa..
Itulah harga perjuangan nakku..

Anakku..
Meski 'cuma' lulusan SMA Negeri 1 Kabanjahe, Allah mudahkan perjuangan ayah memasuki Farmasi UGM.. Bersaing bersama ribuan alumni SMA Favorit di Pulau Jawa..
Jangan mau kalah dengan ayah, nak..
Wujudkan impian ananda mengejar cita-cita ke negeri seberang..
Keturunan kita harus belajar lebih tinggi..
Tuntut ilmu hingga ke negeri Cina.. 
Hingga kalian memberi manfaat  sebesar-besarnya bagi umat.. 
Bukankah sebaik-baik manusia itu yang memberi manfaat bagi orang lain?

Anakku..
Usia ayah tidak lagi muda..
Ketika Allah memanggil kelak,
Ayah ingin kalian ridho.. 
Atas apa yang sudah ayah perjuangkan..
Maafkan apa yang belum sempat ayah lakukan..
Luruskan kesalahan yang pernah ayah buat..
Ayah hanya bisa mewariskan semangat..
Lanjutkan perjuangan ayah, nak..
Bangun Tanah Karo.. 
Jalin silaturahmi dengan muslimin dan da'i..
Tinggikan Asma Allah di tanah kelahiran leluhurmu..

Anakku..
Jadilah cahaya mataku yang senantiasa menyinari dunia akhiratku..
Seperti doaku, saat menabalkan namamu..
Putri bungsuku tercinta..

Anakku..
Terima kasih telah menemani ayah berdakwah..
Semoga Allah segera pertemukan jodohmu.. 
Lelaki tangguh yang berjuang membangun istana cinta di dunia dan akhirat..
Pangeran berkuda putih yang tangannya kugenggam saat ijab kabul kelak, simbol pengalihan tanggung jawabku telah berpindah padanya..

2 comments: